Lamsijan percaya pisan kana angka karamat 12. Keur manehna euweuh hal-hal nu istimewa lamun teu pakait jeung angka 12. Dina poe Palentine Lamsijan boga rencana arek neangan kabogoh, keur batur hirup engkena.
Saperti biasa ku manehna dipakaitkeun jeung angka 12. Calon kabogoh nu dipilih 12 urang, Tanggal lahirna kudu tanggal 12, buukna kudu ngarumbay handapeun punduk kudu 12 cm, imahna kudu nomer 12, lamun bisa aranna oge 12 huruf, jeung jeung syarat-syarat nu sejenna nu tetep pakait jeung angka 12.
Tinu 12 urang teh, Lamsijan manggih kawawuhan tina facebook, aranna Mirna Suharti, jelas aranna 12 huruf. Mirna Lamun muka facebook jarang sabulan sakali, tapi unggal tanggal 12. Lamun tulas-tulis dina facebook salawasna ngan 12 kecap, oge ngakuna anak ka 12 ti 14 urang.
Wah ieu cocog pisan pikir si Lamsijan, gancangan manehna janjian rek kopi-darat. Manehna ngajujug imah Mirna nu nomer 12. "tok ..tok...tok" manehna ngetok panto Imah Mirna 12 kali.
Bray panto muka, nu ngabageakeun Mirna pisan. Pas asup ka ruang tamu, Lamsijan ningali aya lalaki 11 urang keur dariuk, jadi aya 12 urang lalaki jeung manehna. Ceuk Mirna teh: "Ngenalkeun, ieu Kang Lamsijan, nu nembe dongkap, calon kikindeuwan Mirna nu nomer 12!"
=WLY=
Rabu, 24 Maret 2010
Angka 12
Konflik Gaza; Sampai Kapan ?
From: Syaiful Ruray
Sent: Wednesday, March 24, 2010 7:55 PM
Alhamdulillah, benar sekali Bung Ikra keterangannya. Kristus memang disalib tentara Romawi tetapi atas persekongkolan kaum Yahudi yang dipelopori Judas iskariot, salah satu dari 12 murid Jesus. Bahkan dalam perjamuan terkahir Jesus menyatakan kepada 12 muridnya bahwa nanti ada diantara kita yang berkhianat, dan dia Judas adalah murid tersayang dari Kristus. Tetapi Judas kemudian menggadaikan Kristus dengan beberapa keping mata uang atau coin emas Romawi. Jerrussalem saat itu memang berada dibawah kuasa Kekaisaran Romawi dengan Pointus Pillatus sebagai Gubernurnya. Pointus sang gubernur menolak mengampuni Jesus karena 'motif kekuasaan'. Karena sesungguhnya tersinggung dengan ucapan Jesus bahwa aku adalah raja. Romawi tidak mau ada dua matahari di dalam wilayah kekuasaannya. Kristus kemudian ditangkap di taman Getsemani ketika sedang beristirahat setelah melakukan khotbah terakhirnya yang terkenal dengan 'Khotbah Diatas Bukit'. Jadi otak dari
penyaliban ini sesungguhnya adalah Yahudi walau Judas kemudian menyesal dan menggantung dirinya sendiri. Tetapi ada versi Judas yang kontroversial yakni Injil Judas yang menyatakan drama penyaliban berdarah di bukit Golgota itu sebenarnya telah diketahui oleh Jesus sebelumnya, padahal kalimat terahir Jesus di tiang salib "Eli.Eli Lama Sabachtani" Ya Tuhanku kenapa Engkau meninggalkan ku''.
Lalu yang 600 tahun itu adalah lamanya perang Salib semacam The Holy War walau yang sesungguhny motif Richard Lionheart adalah mempertahankan kekuasaan di tampuk Inggris. tetapi perang 600 tahun itu menjadikan tentara Eropa/ tentara Salib berkenalan dengan peradaban Islam yang maju dan mengawali inspirasi era 'renaissance' bagi Eropa.
Adapun Zionisme memang sudah ada setelah turunnnya The Ten Commandement kepada Musa. Bukit Zion adaah simbolisasi Yahudi yang menjadi bangsa yang exodus kemana mana, bahkan ada Yahudi Hitam eks wilayahnya Ratu Sheba dari Ethiopia, Afrika yang kini diakui dan diterima di Israel lho.
Negara Israel juga sesungguhnya dibangun dari konspirasi "Deklarasi Balfour" oleh Inggris dan perang pertama Israel Arab 1948 adalah perang para teroris Yahudi seperti kelompok Irgun dan Haganah yang juga adalah cikal bakal Mossad kemudian hari. Salah satu pentolan Irugun dan Haganah adalah Menachem Begin (mendapat Nobel Perdamian) dan Jenderal Sumata satu Moshe Dayan. Moshe Dayan kehilangan salah satu matanya di Damaskus karena ditusuk oleh keluarga Arab ketika Moshe Dayan menyerbu keluarga Arab sipil yang tengah tidur di pagi hari. Sedangkan Ariel Sharon, ketika berpangkat Brigadir Jenderal, memimpin pasukan mengobrak abrik Sabra dan Shatila, kamp pengungsi Palestina Sipil di Lebanon dengan menggunakan gas kimia beracun. Pada era 1969 hingga 1970an, PLO juga mempunyai sayap radikal seperti George Habash dan Najef Hawatmeh yang kebetulan beragama Kristen. Juga paling legendaris adalah The Black September yang membunuh atlit2 Israel di Olimpiade
Munchen, Jerman pada 1970an. Dalam Kongres Aljazair (1980an) yang memproklamirkan berdirinya Negara Palestina, Yasser Arafat men-declare bahwa Palestina yang didirikan ini adalah negara sekuler, dan mohon maaf ia pun bersisteri seorang Kristen ortodoks Yunani lho bernama Suha kalau gak salah...
Jadi mengherankan bagi saya jika peristiwa2 ini secara kontemporer kini di bumbui dengan dimensi-dimensi sakral yang berlebihan...Historia magistra Vitae, sejarah adalah guru kehidupan. jangan2 ada upaya pemutar balikan sejarah dan logika berpikir umat secara sistematis...
Demikian Bung Ikra, semoga ingatan luar kepala saya ini juga gak salah juga. Makasih.
Wallahu alam bis sawab.
From: Ikra
Dear Bung Syaiful.
Tolong dikoreksi saya, karena setahu saya yang menyapib Jesus itu adalah tentara pendudukan Romawi, bukan Yahudi.
Kedua, keyakinan tentang "Negeri yang dijanjikan itu" (termasuk tentang Jerusalem) yang menjadi keyakinan orang Yahudi itu usianya bukan hanya baru 600 tahun, melainkan itu diyakini sebagai Firman Allah kepada musa yang hidup di zaman Fir'aun, bukan? Jadi Zionisme itu punya landasan keyakinan Yahudi yang usianya sudah berabad-abad, sebelum Nabi Muhammad lahir atau pun Nabi Isa lahir.
Kaum Zionis terpecah dua: yang pertama adalah yang meyakini bahwa usaha dan tindakan adalah jalan satu-satunya untuk merealisasikan firman/janji Tuhan itu. Maka Negara Israel didirikan dengan segala kekuatan dan bantuan. Yang kedua adalah bersikap menunggu bahwa hari itu akan datang sebagai takdir Tuhan. Mereka menyatakan sebagai "Zionisme sejati" dan mereka inilah yang menolak gerakan "Zionisme palsu" yang kita kenal sekarang menjadi program politik dll dengan alat berupa kekuatan Negara Israel yang memiliki senjata nuklir.
Tolong dikoreksi jika hafalan luar kepala saya ini ada yang salah. Terimakasih!
Ikra.-
======
.
__,_._,___
KH Hasyim Muzadi tentang pasal Penodaan Agama
Posted by: "Karman"
Wed Mar 24, 2010 7:23 am (PDT)
Assalamu alaikum,
menarik disimak pendapat KH Hasyim Muzadi di hadapan Mahkamah Konstitusi:
RISALAH SIDANG PERKARA NOMOR 140/PUU-VII/ 2009
PERIHAL PENGUJIAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1965 TENTANG PENYALAHGUNAAN DAN/ATAU PENODAAN AGAMA TERHADAP
UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
10 Februari 2010
: KH. HASYIM MUZADI
Assalamualaikum wr. wb.
Selamat sejahtera untuk kita semua dan selamat pagi.
Majelis Hakim yang saya muliakan, menurut pemahaman saya, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1965 tidak menyangkut kebebasan agama tapi menyangkut penodaan agama, sehingga tidak relevan kalau dikaitkan dengan kebebasan masing-masing kita beragama. Yang kedua, di dalam penjelasan dari undang-undang itu, juga ada pada penjelasan Pasal 1 bahwa tidak menghalangi juga agama-agama yang mungkin akan ada. Saya baca ini tidak berarti bahwa agama-agama lain misalnya Yahudi, Zoroasterian, Shinto, Taoisme dilarang di Indonesia. Jadi sudah jelas, bukan Undang-Undang Kebebasan Agama. Yang kedua, saya berpendapat bahwa undang-undang ini masih diperlukan di Indonesia, karena kalau dicabut akan ada tiga akibat yang ditimbulkan.
1. Bisa atau dapat menimbulkan instabilitas Indonesia.
2. Dapat mengganggu kerukunan umat beragama yang sampai hari ini sudah kita upayakan begitu rupa sehingga sangat baik. Bahkan kantor PBNU sendiri sekaligus kantor agama-agama di seluruh Indonesia ini. Ini bisa terganggu.
3. Saya justru kasihan bahwa kalau ini dicabut yang paling rugi adalah minoritas. Kalau mayoritas dia cukup mempunyai kemampuan untuk bereakasi, tetapi kalau reaksi itu timbul karena penodaan, kemudian tidak ada patokan hukumnya maka yang terjadi tentu anarki.
Jadi kita jangan mengambil logika terbalik, seakan-akan tidak ada aturan menjadi beres.Tapi tidak ada aturan itu masyarakat akan bikin aturannya sendiri. Saya ingin menyampaikan beberapa sisi dari undangundang ini. Menarik undang-undang ini tahun 1965 karena saya termasuk orang tua yang menangi, apa menangi bahasa Indonesianya? Ya menangi lah, mengalami pada tahun itu. Tahun itu memang tahuntahun penghujatan agama luar biasa baik dari segi media, budaya, politik, dan juga kekuasaan. Juga ada manpower sehingga orang-orang yang ada di Blitar, yang di Kediri yang melakukan ibadah dalam Islam ketika itu diserbu secara membabibuta oleh kelompok-kelompok ateisme.
Hari ini kita melihat ada orang mengaku Nabi, ada orang mengaku malaikat Jibril, setelah ditahan menangis. Lha ini saya juga heran bagaimana malaikat bisa menangis? [hadirin tertawa]. Kalau dia diusut apakah Mikail juga menjadi saksi? Ini semuanya dengan adanya orang-orang beribadah secara tidak baik merebak di Indonesia. Maka diperlukan kewaspadaan kita untuk ini.
Modal utama tentu bukan hukum, modal utama adalah saling menghormati antar agama itu. Mempunyai nilai lebih luhur daripada sekedar legal formal yang kadang-kadang masih prosedural dan belum substansial. Selanjutnya yang kedua, penghujatan, penistaan, dan pembelokan agama tertentu menurut pandangan saya bukan bagian dari demokrasi tetapi merupakan agresi moral terhadap keluhuran agama itu masing-masing yang diserang karena tidak pernah ada demokrasi yang tidak dibatasi oleh demokrasi yang lain dan orang menghormati agama adalah hak demokrasinya dia dan memeluk pun hak demokrasinya dia, jangan dibalik penyerangan menjadi hak demokrasi daripada moral itu sendiri.
Yang ketiga, secara konstitusi bahwa konstitusi tidak menganut rinci itu menurut saya sudah lazim. Konstitusi cuma mengatakan kebebasan agama, tapi agama itu apa? Dan berapa? Lalu bagaimana? Tentu hak undang-undang, tidak bisa dikonfrontir undang-undang ini dengan pokok konstitusinya. Yang seharusnya undang-undang bertindak sebagai memorie van toelichting terhadap konstitusi dan undang-undang itu.
Kemudian, kalau undang-undang ini dicabut sesungguhnya tidak akan bisa menyurutkan reaksi dari kelompok agama yang merasa disinggung. Nah, kalau tidak menyurutkan, kemudian tidak ada patokan yang ada, maka yang terjadi justru kesulitan kita bersama-sama untuk mengayom di bawah agama-agama dan lintas agama.
Yang selanjutnya, saya ingin menyampaikan fakta. Karena saya selama ini masih menjadi salah satu Presiden World Conference on Religion for Peace. Saya mengetahui betul bahwa sebuah eksistensi atau koeksistensi, multi-eksistensi atau pro-eksistensi lintas agama inilah yang benar. Bahwa masing-masing agama berusaha menghormati agama lain tanpa dia harus melepaskan keyakinan yang sesungguhnya dari agama yang diwakilinya. Sehingga di sini peristiwa yang menyangkut Saudara saya tercinta Arswendo saya pikir karena hanya apes saja. [hadirin tertawa] Kenapa? Pertama, karena mungkin respondennya siapa. Coba respondennya di Al-Hikam atau di pesantren, itu nomor satu semua Nabi Muhammad. Yang kedua, mungkin tidak tahu bahwa itu menyinggung. Seperti juga di Thailand misalnya banyak orang tidak tahu bahwa masuk masjid dengan sepatu, itu perkara besar. Padahal di Kristen itu biasa. Oleh karenanya maka di gereja tidak pernah ada orang kehilangan sepatu karena sepatunya
dipakai[hadirin tertawa], yang kehilangan sandal adalah di masjid, tapi di gereja yang hilang sepeda motornya [hadirin tertawa].
Nah, ketidaktahuan ini, ini perlu ada jalan keluar. Saya harus tahu sebagai orang Islam atau tokoh Islam, hal-hal apa saja yang sangat peka di dalam agama Katolik. Saya harus tahu hal-hal apa yang peka di dalam agama Budha. Untuk apa? Untuk supaya saya tidak masuk menyinggung yang lain. Ketika saya di Vatikan, saya diledek oleh seorang Monsieur, namanya Monsieur Michael Fitcher, "Pak Hasyim katanya Kyai di Indonesia itu isterinya banyak", nah ini nyiindir ini saya bilang. Lalu saya jawab dengan sindiran pula, "Mungkin karena menampung isterinya pastur yang tidak jadi" [hadirin tertawa]. Artinya bagaimana mengemukakan sebuah koreksi tanpa penodaan itu adalah seni untuk lintas agama ini.
Jadi yang kita perlukan sekarang adalah kehati-hatian yang pertama, yang kedua yang kita perlukan adalah mengenal orang lain pada hal yang sangat peka. Saya kira ini lebih luhur dari pada sekedar legal formalnya. Saya ingin masuk di dalam faktnya. Saya sudah dikenal di kalangan lintas agama sebagai pemadam kebakaran kalau ada peristiwa-peristiwa konflik. Suatu ketika ada peristiwa di Batu, dimana Quran diinjak-injak, lalu berdatanganlah anak-anak dari Pasuruan akan menyerbu ke Batu, Jawa Timur. Maka saya cegat di tengah, setelah ketemu saya bilang, "Jangan lakukan sendiri-sendiri karena semuanya ada aturannya". Maka berhenti di situ. Seandainya tidak ada aturan, maka saya tidak bisa lagi mengemukakan argumentasi untuk menghentikan daripada pertikaian itu.
Demikian juga yang di Marriot, ini bukan hanya menyangkut masalah nasional tapi juga masalah internasional. Apa yang dikemukakan bahwa agama Islam menghormati kemanusiaan itu kita tunjukkan. Pada saat relawan dari Korea Selatan ditangkap oleh Taliban yang di Afghanistan dan dibunuh satu persatu, maka kita mengemukakan appeal supaya itu dilepaskan dan alhamdulillah berhasil. Artinya apa? Artinya dimana letak religi dan dimana letak humanitas, itu diletakkan pada porsi yang sesungguhnya.
Suasana yang di Denmark, suasana yang di Switzerland, ternyata juga menggema, bukan hanya di negara mereka, tapi menggema di seluruh dunia hanya karena kartun Nabi Muhammad yang ada di Denmark dan hanya karena di Switzerland Manoret itu secara hukum dan secara konstitusi dilarang mesjid mendirikan menara. Ini sebagai sebuah pelajaran bahwa kehati-hatian kita terhadap harkat agama yang lain menjadi kunci dari pada kita semua.
Kuncinya adalah koeksistensi, artinya masing-masing agama mempunyai eksisitensinya sendiri dan dia dipersilakan untuk beragama pada tempat itu dengan yang sebaik-baiknya tapi dia punya kooperasi yang setingkat dengan keyakinan dan imannya atau multi eksistensi maka saya sangat memahami apa yang dikhawatirkan oleh dari MATAKIN, jadi sebenarnya apa yang ada di dalam undang-undang ini justru perlindungan bukan hanya kepada mayoritas tapi justru utamanya kepada minoritas dan saya sebagai warga negara Indonesia cukup bangga karena perlindungan mayoritas kepada minoritas di Indonesia jauh lebih baik daripada perlindungan mayoritas kepada minoritas di negara-negara yang lain.
(dikutip dari milis jurnalisme)
.
__,_._,___
Tukang Udud teu bisa asup Sawarga
Tukang Udud teu bisa asup Sawarga
Hiji mangsa Lamsijan, jalma nu kacida solehna maot. Sarerea og yakin
Lamsijan bakal asup ka sawarga, sabab teu aya pisan kalakuanana onu goreng.
Hiji-hijina kalakuan di dunya nu bisa dianggap rada goreng, Lamsijan teh
tukang udud. Ududna siga kareta api, ngebul terus.
Kacaritakeun arwah Lamsijan geus tepi ka akherat, langsung nyanghareup ka
malaikat nu ngurus dimana arwah-arwah nu anyar datang bakal ditempatkeun.
Malaikat teh ningalian buku gede nu eusina daptar saha-saha wae nu rek
ditempatkeun di Sawarga. Aran Lamsijan euweuh dina daptarna. Ceuk malaikat
teh: "Lamsijan maneh mah tempatna lain didieu, tuh dihandap di naraka!"
Ngarasa dirina sholeh si Lamsijan protes, tungtungna patuggreng-tugreng
jeung malaikat. Kulantaran euweuh solusi, malaikat teh nyangharep ka
komandanna. Gancangan komandan malaikat teh mukaan buku-buku poean nu nyatet
sagala kalakuan si Lamsijan waktu di dunya. Bener pisan Lamsijan kuduna mah
di Sawarga, da teu boga kagorengan waktu di Dunya. Akhirna si Lamsijan
ditempatkeun di Sawarga.
Si Lamsijan leuleumpangan di Sawarga, tempa-tempo. Ah geuning mani endah
kieu sawarga teh. Cape leuleumpangan, jle Lamsijan diuk di handapeun kai
bari nyawang pamandangan Sawarga anu endah.. Pikir si Lamsijan, ah ....
beuki nikmat lamun nyawang pamandangan anu sakieu endahna bari ngaroko.
Leungeunna kadak-kodok kana saku, kabeneran manggihan roko sabatang. Roko ku
manehna diselipkeun kana biwirna, leungeuna kadak-kodok kana saku nu sejen,
neangan korek api, tapi teu manggih.
Kabeneran malaikat tukang nempatkeun arwah ngaliwat, terus nanya ka si
Lamsijan: " Keur naon Lamsijan?"
"Nuju nyawang pamandangan anu sakieu endahna. Punten gaduh korek api
henteu?", Ceuk si Lamsijan, nyaritana bari rokona tetep nempel dina
biwirna.
"Lamsijan, Lamsijan, mana ceuk kuring oge, tempat maneh mah lain di Sawarga,
tapi di Naraka!. Di diditu mah geura loba seuneu teh, ari di sawarga mah
mana aya seuneu?"
=WLY=
64 Tahun Lalu Bandung Jadi Lautan Api Kini Bandung Lautan Banjir
On Behalf Of Setiadjit
Hari ini Bandung memperingati 64 tahun Bandung Lautan Api; Peristiwa heroik seluruh warga kota Bandung yang membakar kotanya agar tidak jatuh ketangan balatentara Sekutu, Nica/KL dan antek-anteknya KNIL dan selanjutnya dipimpin oleh almarhum Jenderal Besar Abdul Haris Nasution TNI dan rakyat Bandung melakukan perang gerilya dari rumah kerumah untuk melawan penyerbuan balatentara Sekutu, Nica/KL dan antek-anteknya KNIL dan sebagian besarnya mengungsi keluar kota Bandung;
Bahkan dalam perjanjian Linggajati (?) pada tanggal 1 Februari 1948 Tentara Nasional indonesia Divisi Siliwangi diharuskan hijrah (bersama keluarganya?) ke Jogjakarta dan sepanjang perjalanan masih juga mendapat gangguan keamanan dari pemberontak Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia dan tak kurang juga dari PKI dengan Laskar Pesindo-nya; Rupanya penderitaan Tentara Siliwangi belumlah cukup; Sesampainya di Jogjakarta mereka mendapat tugas membasmi pemberontakan PKI Muso di Madiun 18 September 1048 dan pada tanggal 30 September 1948 Kota Madiun berhasil dikuasai Tentara Siliwangi;
Kisah tragis Divisi ini berlanjut usai menumpas PKI Madiun saat kembali ke Jogjakarta, Belanda menguasi Jogjakarta dan atas perintah Panglima Besar Sudirman Divisi Siliwangi dilarang masuk kota dan mulai melakukan perlawanan gerilya melawan Agresi Belanda;
Baru setelah KMB, Tentara Divisi Siliwangi kembali kekampung halamannya dan dikenal dengan nama longmarch Siliwangi;
Bagi penulis, inilah perjuangan yang paling dramatis, heroik dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaannya;
Kini 64 tahun kemudian, Bandung,khususnya belahan selatan (dipisahkan oleh rel kereta api) berubah menjadi lautan banjir; Hujan deras tak lebih dari 2 (dua) jam maka banyak kawasan selatan Bandung yang kebanjiran; Bahkan kawsan Bale Endah, Dayeuh Kolot, banjir sejak 2 (dua) minggu lalu tak jua surut, habis;
Begitulah kisah dramatis rakyat Bandung (asli) yang sebagian besarnya mendiami belahan selatan Kota Bandung yang dibatasi oleh rel kereta api;
Kapan kisah tragis ini akan berhenti;
" Sesungguhnya Allah SWT. berfirman pada hari kiamat : Mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku ? hari ini akan Aku naungi ( tolong ) mereka, dimana tidak ada naungan ( pertolongan ) yang lain selain dari-Ku. " ( HR. Muslim )
Salam
__,_._,___