Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 April 2010

Ini Dia, Gejala-gejala Stres pada Tubuh

 

Ini Dia, Gejala-gejala Stres pada Tubuh

shutterstock
Sakit gigi bisa jadi disebabkan oleh stres.

GramediaShop : Poirot Melacak
GramediaShop : Santapan Cinta - The Food Of Love

Rabu, 7/4/2010 | 17:51 WIB

KOMPAS.com — Kapan Anda terakhir merasa stres? Bisakah Anda mengingat reaksi tubuh Anda? Ahli kesehatan mengatakan bahwa stres bisa datang dalam gejala yang mengejutkan. Jika tubuh Anda mengirim sinyal SOS bahwa ia sedang kesakitan, maka jangan abaikan begitu saja. Ketahuilah hal-hal yang bisa jadi pertanda bahwa tubuh Anda sedang stres dan bagaimana menghadapinya.

1. Otot kaku
Rasa kaku dan sakit pada leher Anda bisa jadi terjadi karena posisi yang sama berjam-jam di depan meja komputer, dan juga bisa karena stres. Stres bisa memengaruhi sistem otot kita, hasilnya adalah otot yang mengeras, berkontraksi, atau kejang-kejang. Jika Anda mengalami keram semacam ini akibat stres, maka coba lakukan hal ini: ambil 5-10 napas panjang dan berfokuslah pada area yang kaku tersebut. Untuk bagain leher, coba lakukan pijatan ringan atau minta pasangan Anda untuk memijat lembut atau mengusap bagian tersebut.

2. Mata kedutan
Kondisi yang disebut dengan blepharospasm ini bisa pula disebabkan oleh stres. Tutuplah mata Anda dan bayangkan tempat terindah yang pernah Anda kunjungi. Kurangi pula pekerjaan yang terlalu banyak menggunakan otot mata, seperti menatap komputer berjam-jam. Jika memang harus menatap komputer berjam-jam, maka cobalah untuk melihat ke luar ruangan ke titik yang amat jauh. Lakukan hal ini setiap 20 menit sekali. Tak ada jendela di kantor Anda? Tutup mata dan bayangkan sebuah pemandangan panorama indah.

3. Kutikula lepas-lepas
Kuku rapuh dan kutikula yang lepas-lepas? Kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh kegugupan yang berakar dari stres. Kebiasaan yang timbul akibat kegugupan, misal, menggigit kuku adalah sebuah cara untuk menyalurkan rasa gugup tersebut. Jika Anda "menyalurkan" stres Anda pada tangan dan kuku, cobalah untuk mengalihkan kebiasaan tersebut dengan hal lain, misal, membeli bola remas untuk pengalih stres.

4. Gigi berlubang
Ya, gigi berlubang memang utamanya disebabkan oleh kurang baiknya kebersihan mulut. Namun, stres pun ternyata juga bisa menjadi penyebab, khususnya saat Anda menggemeretakkan gigi pada malam hari. Kebiasaan ini bisa mengikis gigi yang berakhir pada gigi berlubang. Saran untuk hal ini, lampiaskanlah stres Anda pada hal lain, misal, menuliskan penyebab stres Anda. Jika sudah terlalu parah dan sulit dicegah, maka kunjungi dokter gigi Anda, sampaikan keluhan Anda, dan mintalah pelindung gigi saat tidur.

5. Ruam kulit
Para ahli tak mengetahui secara pasti. Namun, stres bisa menimbulkan ruam-ruam kemerahan pada kulit seseorang, khususnya pada bagian perut, punggung, lengan, dan wajah. Melatih pernapasan untuk meredakan ketegangan akibat stres pun bisa dicoba.

6. Mual
Stres bisa membuat rasa tidak nyaman pada bagian perut dan pencernaan. Salah satu cara untuk mengurangi rasa mual karena khawatir berlebihan terhadap sesuatu adalah dengan mengalirkan air hangat pada ujung-ujung jari.

7. Sering mengantuk
Sering merasa lemah, lemas, dan tak bersemangat padahal jam tidur dan makan Anda cukup teratur? Hormon stres bisa jadi biang keladinya. Hormon stres menyebabkan tubuh Anda dipenuhi dengan adrenalin dan menyisakan rasa kantuk. Stres juga bisa merusak kualitas tidur Anda sehingga Anda terbangun dengan rasa lelah dan mudah marah. Cobalah untuk tidur lebih cepat, dan sisakan 30 menit pada siang hari untuk tidur siang.

8. Sering lupa
Riset menunjukkan bahwa stres kronis bisa memperkecil ukuran bagian otak yang dinamakan hippocampus, yang bertanggung jawab untuk menjaga memori. Alhasil, Anda akan lebih sering melupakan sesuatu. Untungnya, ukurannya akan kembali seperti semula jika level stres berkurang. Coba lawan kondisi ini dengan berolahraga. Ini bisa dilakukan dengan membiasakan diri berjalan kaki, naik-turun tangga dengan kecepatan sedang, atau berjoget.

9. Kebingungan
Anda sulit memutuskan mau berbuat apa? Tak tahu mau memasak apa untuk makan malam? Bingung menentukan pakaian yang akan dikenakan? dan lain sebagainya. Stres menyebabkan distraksi dan kekurangan kemampuan untuk fokus. Untuk mengembalikan fokus Anda, cobalah ambil waktu untuk berjalan kaki. Alirkan stres keluar dari tubuh Anda dengan melatih grup otot besar pada tubuh Anda, seperti kaki. Anda akan mendapatkan kejelasan kembali. Sinar matahari juga membantu tubuh mengeluarkan serotonin untuk membantu mendorong mood, dan vitamin D mengoptimalkan imun tubuh.
 
NAD

Editor: NF

Sumber: Womans Day
 
 

Selasa, 23 Maret 2010

Kecerdasan hati.

Di bawah ini ada kisah yang menarik, mudah2an jadi bahan perenungan.....


Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga
cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh.
Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk
masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia
keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan
dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar
dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan. Tentu saja agak lama ia
membersihkan halaman masjid dengan cara itu.Padahal matahari Madura di siang
hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.Banyak
pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid
memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.
Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia
ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun
terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia
mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya.
Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya. "Jika kalian
kasihankepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku
untukmembersihkannya."Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan
dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan
kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan
itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama,
hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh
disebarkan ketika ia masih hidup.Sekarang ia sudah meniggal dunia, dan Anda
dapat mendengarkan rahasia itu.dari milis tetangga,..   "Saya ini perempuan
bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin
juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat
tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar
daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati,
saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi
bahwa saya membacakan salawat kepadanya."Kisah ini saya dengar dari Kiai
Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua
dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang
tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan
amal dihadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesadaran
spiritual yang luhur: Ia tidak dapat mengandalkan amalnya. Ia sangat
bergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam
selain Rasululloh saw?

Di kutip dari buku : "Rindu Rosul - Meraih cinta ilahi melalui syafaat Nabi
Saw" hal 31-33Penulis: Jalaluddin Rakhmat,penerbit: Rosda Bandung,
.September 2001.