Rabu, 23 Mei 2012

Rasa Buah Dunia itu ya di Nusantara-mu ini !

 

Mimpi besar utk menegakkan buah2an Nusantara berjaya di negri dan bisa ngempani Asia, terus saja mengalunkan syaf syaf mimpi itu menjadi kenyataan. lima tahun ke depan, Bangsa Eropa akan mencecap buah2an Nusantara , seperti mereka ngiler mengincar :pala dan Cengke di Banda, Ternate dan Pulau Rhun !!pada masa lalu.

Minggu lalu baru menjelajah sejengkal Sulawesi Utara dan pulau Bunaken, Manado Tua, kota Tomohon, Kotamubagu dan barusan BBC World sepertinya ikut2an menyajikan kejayaan produk pertanian masa lalu di Nusantara bagian Timur. duuh, kok tahu ajaah sih.

 

 

Ahaa, apakah anda pernah ke pulau Rhun ? oh No

Atau mungkin pernah dengar nama pulai Rhun ini ?

Tahukan anda bahwa Pulau Rhun , yang jaraknya 16 km dr P.Banda ini pada 1612 pernah akan di Tukar dengan kota Manhattan, New York. dan tahukan bahwa perseteruan Inggris (dipimpinKapten Nathaniel Courthope yg corruptif) dan Belanda tengik yg dipimpin JP Coen, di sekitar Indonesia Timur ini maka , nama New Amsterdam diubah menjadi New York yang yg kita kenal.

Luka Nusantara itu, saat ini masih menganga dalam belitan hutang Indonesia Rp. 1.903 Trilliun (baca : Seribu sembilanratus tiga trilliun, duh) dan "mereka" masih mengangkangi Nusantara dalam bentuk ke-tengikan dan penjajahan economi dan lainnya. 

 

 

Mengingat pulau Rhun, maka hayuuw kita bisa menjadi dewasa untuk merasakan Penjajahan masih ada dan semakin parah. Syukur-syukur kita bisa menjadi merasa Tua dan dituakan utk tetap bertanggung jawab kepada Tanah air : Indonesia. jangan menunda atau menunggu, kapan lagi ??

mari bersama-sama untuk mencukupkan 2 hal pangan : Buah-buahan dan Sayuran Nusantara !!

Nusantara pernah berjaya dalam pertanian dan produk-produknya maha mewah dan berkecukupan

Tentu dengan semakin pintar dan cerdasnya bangs aini, asal mau bekerja keras pasti bisa.

Mengingat sejarah pulau Rhun, mari besok kita mulai.

Jangan hanya meang meong Buah Nusantara , tapi hayuuw teruskan dalam memproduksinya.

 

Salam Biak membiakan pikiran dan kerja cerdas

/d'gun

 

- biarkan yang mencibir, akan diujung tubir - biarkan yang memuji, akan diuji

 

 

 

 

 

 

 

[alumni-ipb] Testimoni dan harapan

Yth Para alumni IPB, khususnya FMIPA IPB

Kita harus membangkitkan kembali keyakinan kita utk membangun pertanian dengan kekuatan ilmu-ilmu dasar. Pada tahun 1956 ketika Prof. Tojib Hadiwidjaja menjadi Dekan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia, salah satu programnya adalah memperkuat ilmu-ilmu dasar pendukung pertanian. Maka beliau menghubungi Kedutaan Amerika untuk bekerjasama dalam pendidikan tinggi. Pada saat itu sedang dilakukan Indonesiasisasi pendidikan tinggi setelah dosen2 Belanda harus segera meninggalkan Indonesia. Pak Tojib berpendapat, pertanian di Indonesia harus diperkuat dengan basic sciences (utamanya adalah fisika, kimia, biologi, dan matematika). Lalu. dua tahun setelah itu, yakni 1958, USA menyetujui proposal Dekan Faperta IPB dan menunjuk Univ Kentucky sbg penanggung jawab, maka saat itu dikenal Kentucky Project. Para mahasiswa yang cemerlang lalu dikirim ke USA untuk mengambil s2 dan s3 di berbagai universitas di sana. Salah seorang lulusannya adalah Pak Andi H Nasoetion yang mendapat mandat memperkuat statistika di IPB.

Pada tahun 59 Pak Tojib atas permintaan Bung Karno diminta mempelajari sistem pendidikan tinggi di USA. Dalam skema kerjasama tsb dan biaya Yayasan Rockefeller Pak Tojib melakukan studi ke berbagai PT di sana. Sepulang dari studi khusus itu lahirlah konsep Tri Darma PT yang lalu dicobakan untuk pertama kalinya di Fak Pertanian UI awal 60. Lalu pada saat pendirian IPB sbg PT Pertanian di tahun 1963, konsep itu juga dinaikan ke level universitas. Pada saat itu Pak Tojib adalah Mentri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) yang membuat SK Mentri pendirian IPB tanggal 1 Sept 63, sambil menunggu SK Presiden untuk pendirian IPB.

Dari Kentucky Project, selain melakukan capacity building, juga mendapat berbagai fasilitas pendidikan. Termasuk bis roti yang panjang dan di dalamnya ada WC. Disebut bis roti karena bentuknya mirip tumpukan roti tawar. Saya sebagai mahasiswa baru yang tinggal di Darmaga tahun 76, masih kebagian naik bis roti ini. Hanya pada saat itu WCnya sudah tidak ada, dan bis itu hampir semuanya berbunyi, kecuali klaksonnya....

Di dalam bis roti itulah saya sbg mhs TPB bisa mendengar clotehannya para senior, seperti Kang Bastol (Pak Wardiman Fahutan), Bang Emir FKH, dan banyak dosen senior lainnya. Ketika saya menjadi Plh Ketua DM IPB th 77, mereka itulah yang banyak membantu kegiatan mahasiswa yang cenderung kurang sepaham dengan rezim Soeharto. Beliau2 umumnya itu sudah dipanggil YMK dan semoga tenang di sisi Allah swt. Aamiin YRA.

Kang Wardiman kenapa disebut Bastol? Konon waktu Mapram Faperta UI, beliau menggunakan lambang semir yang terkenal saat itu, merek Bastol. Pak Andi Hakim kalau manggil beliau 'Tol, Bastol'..he he he..sangat menyenangkan.

AS

Powered by Dept. Statistika FMIPA IPB

__,_._,___

Jokowi tentang pasar tradisional

walk the talk.. 
 
‎"..kalau mau ke mall silahkan, tapi liat-liat saja, window shopping saja. Belinya di pasar! Nongkrong2 di mall nggak apa-apa belinya di pasar tradisional karena apa? karena kita harus ngerti, Pasar-pasar tradisional itu adalah tempatnya produk-produk petani itu dijual, tempatnya produk-produk nelayan itu dijual, tempatnya pengrajin-pengrajin kecil, pengrajin tempe tahu itu dijual.. Kita harus ngerti itu! Mall itu pemiliknya hanya satu, sementara pasar itu pemiliknya 1800, 1200 dalam satu pasar!.." 

Joko Widodo dalam Indonesian Young Changemaker Summit (IYCS) di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Indonesia

http://youtu.be/imjqSzpZ95k

www.youtube.com

Presentasi Joko Widodo (Jokowi) tentang reformasi birokrasi dan pencapaian pemerintah kota Solo saat masa kepemimpinanny

 

 

 

 

Jokowi mengambil alih peran "merchandising" dalam jurus CDM (coverage, distribution & merchandising) yg kerap dilakukan perusahaan2 FMCG multinasional dengan menata pasar PLUS sesuai keinginan masyarakat dengan pendekatan budaya yang kental.. 

 

 

 

 

dan inilah fakta2 menarik tentang pengembangan pasar vs ritel modern di kota Solo selama 7 tahun kepemimpinan beliau :

 

 

 

mari sebarkan pesan ini kepada pemilih potensial gubernur DKI untuk pasar tradisional yang lebih baik di Jakarta...!

 

--
"Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas" ~ Unknown

facebook.com/msirod | @msirod | sirod.blogspot.com > aktivis & pekerja profesional tidak terlibat politik praktis dari partai manapun...

 

__._,_.___

Recent Activity:

·         New Members 1

.

__,_._,___

[kisunda] Fiksimini - Tanjung Pérak

Fikmin #Tanjung Pérak#

Tanjung Pérak, Surabaya. Hawa nyongkab ngagarajag késang badag. Ngulibek hapeuk digalo hiur kipas angin. Ruang tunggu saab lir pamegaran hayam. Hoang sirineu. Kapal labuh jangkar. Panumpang moyég, pasesedek hareupeun panto beusi. Hawar-hawar sora adan ti masjid palabuhan. "Mending asar heula. Kapal karek anjog. Paling mangkat magrib!" Rét ka Si Hamad, anteng ngelepus ngulinkeun haseup kéréték. "Keun waé si éta mah keur palangan!" ceuk Si Samsu. Manehna ngincid ka luar. Balik asar nu ngebul masih cindekul. Gumasép ngotélan mojang gigireun. Hoang hatong ngageroan. Nitah hanjat arék balayar. Gorolong panto beusi diséréd ngenca. Burudul panumpang muru tarajé panghanjatan. "Aduh...!" Si Ibu kaséréd nu jangkung badag. "Emaaa...!" Budak ngocéak kadupak. Séah teu puguh déngékeuneun. Récét lir jogjog anyar meuting. Suruntul nu manggul koper. Ting seledek hayang geura hanjat kana beuteung kapal. Gajleng! Gajleng! Parebut matras pangsaréan. Goledag ngajéngjéhé dina matras lecek. Kusiwel Si Hamad muka ransel. "Cangkulan euy!" pokna bari ngampar muka kartu. ***

__._,_.___

Fiksimini - Balayar

Fikmin #Balayar#

Hoang sirineu. Kapal tarik jangkar. Panumpang rajeg di birit kapal. Ngangkleung mingkin nengah dianteur hibarna layung. Ting burilak lambak, ngempur umpal-umpalan. Hiur angin kaburitnakeun, ngabebetah nu balayar. Ngong adan magrib dina sapéker ngagareuwahkeun nu anteng ngalayung. "Mending magrib heula sakalian isa, meungpeung ombak masih lindeuk! Maju ka peuting ombak tambah motah!" Rét ka Si Samsu. "Ari manéh palangan kénéh?" Pokna ka nu gigireun. Si Hamad ukur nyéréngéh. Majar lebar ku ngempur layung. Budalan ti musola Al-Bahar langit mongkléng karungkup peteng. Si Hamad masih ngalangeu dina bangku di buritan. Ngelun ngagulung haseup Dji Sam Soe. "Urang teruskeun deui cangkulan yu!" Pokna. Ngincid muru ka barak. Waktu nérélék ka tengah peuting ombak tambah rosa. Kapal inggeung. Gebret hujan. Ngahudang kakeueung. Ombak mingkin motah ngulinkeun beuteung kapal. Ngeplok. Orolo tukangeun! Orolo gigireun! Solontod si Hamad ngusruk. Borolo utah uger. Kaluar jeung papaitna. Beungeut sepa, panon celong, awak ngadégdég. Kulahék. Nu giras nyungseb ngalempréh. ***

__._,_.___

__,_._,___